Set agar mata bor CNC berada pada titik Nol dengan ketinggian tepat diatas PCB

Brikut cara menset agar mata bor CNC berada pada titik Nol. Jika menggunakan software Mach3 maka cukup aktifkan CNC lalu pindah mata bor ke tempat yang diinginkan sebagai titik nol. Memindahkannya cukup menggunakan tombol panah kiri/kanan/atas/bawah pada keyboard. Tidak perlu mengiraukan ketinggiannya. Cukup sumbu X dan Y nya saja.

Ketinggian diatur dengan tombol PageUp dan PageDown. Pengturan harus hati hati agar tidak terlalu turun sehingga bor patah. Cukup di-tap (tekan sedikit demisedikit saja) jangan ditekan terus menerus. Jika sudah hampir menabrak media yang akan di-bor, maka hentikan pada kurang lebih ketinggian 10mm.

Pemasangan probe cukup mudah, namun butuh pengecekan dan mungkin pengaturan. Selanjutnya pasang probe yang biasanya dalan bentuk konektor jepit buaya. Jika tidak tersedia, bisa dibuat sendiri dengan munghubungkan panel probe-nya. Untuk meyakinkan bahwa probe berfungsi, maka buka bagian Diagnostics (Alt+F7) lalu tempelkan probe pada PCB. Jika pada pilihan Digitize berubah warna, maka probe telah berfungsi dengan baik. Namun jika belum berubah warna, coba cek bagian Config dan centang Probe dan Active Low.

Set semua menjadi titik Nol, biasanya cukup menekan tombol REFF ALL HOME, namun kadangkala ada sumbu X, Y, Z yang tidah mau berubah jadi 0. Maka tekan saja tombol tersebut. Selanjutnya buka file findzero.nc ini untuk memindah dan set ketinggian tepat diatas PCB.

G0 Z0  (Pindah ke posisi 0,0,0)
G31 Z-10 F100 (Cari probe dengan arah Z negatif atau turun 10mm dengan kecepatan 100mm/det)
G92 Z0 (Jika probe telah ditemukan, maka set Z=0)
G0 Z2 (Pindah ke posisi Z=2 atau naik 2mm)
G31 Z-1 F50 (Cari probe lagi dengan kecepatan 50 mm/det)
G92 Z0 (Set ulang ketinggian menjadi 0)
G0 Z1 (Pindah ke posisi naik 1mm)
M1 (Pause atau berhenti sejenak)

Selanjutnya tinggal lepas Probe dan CNC siap untuk digunakan.

What do you have to know about MAX232

Max232 is designed by Maxim Integrated Products. This IC is widely used in RS232 Communication systems in which the conversion of voltage level is required to make TTL devices to be compatible with PC serial port and vice versa. This chip contains charge pumps which pumps the voltage to the Desired Level. It can be powered by a single +5 volt power supply and its output can reach +_7.5 volts.MAX232 comes in 16 Pin Dip and many other packages and it contains Dual Drivers. It can be used as a hardware layer convertor for 2 systems to communicate simultaneously.Max232 is one of the versatile IC to use in most of the signal voltage level conversion problems.

Construction of MAX232:

Mostly MAX232 used in 16-pin DIP package. it consist of 3 major blocks .It can only be powered by 5 volts to make it power supply compatible with most of the embedded systems. First block is the voltage doubler in this ic switched capacitor techniques is used to make the voltage double .Once the voltage is doubled second block will converts that voltage to +10 and -10. The third block consists of 2 transmitters and 2 receivers which actually convert the voltage levels.

External components:

Max232 requires minimum 4 external capacitor. Their Value can range from 1uf to 10uf and16 volts or more rating. There are many different versions of this versatile ic available each of them Require different capacitor value for proper working.

Application and uses of MAX232:

Premierly MAX232 is used in Serial communication. Problem arises when we have to communicate between TTL logic and CMOS logic based systems. RS232 is internationally defined standard named as EIA/TIA-232-E and in this standard logic 0 is the voltage between +3 to +15 and logic 1 is defined as the voltage between -3 to -15.In TTL logic 0 is defined is by 0 volt and 1 is defined by 5 volt so in this scenario this is a very handy IC to be incorporated.

Other Applications & Uses

  • Battery Powered RS 232 Systems
  • Interface Translation
  • Low Power Modems
  • RS 232 Networks (Multidrop)
  • Portable Computing

PC Serial PORT communication by using MAX232 IC:

Desktop and some old Laptops have Serial port which comes in DB9 package. In Most of the Circuits designer is concerned about the Tx and Rx pins only so the function of the rest of the pins are not used here mostly.

In the above circuit only one Driver is used and second driver can be used for other purpose. TTL data is available on pin 12 and pin 11 and these pins can be attached to Microcontroller or any system which accept TTL logic.

 

GSM Modem Communication:

 

There are many GSM modems available in the market and most of them are on TTL logic but some of them use RS232 standards and again it becomes a problem to communicate wilt GSM modem by using Micro controller, aurdino or any other TTL platform.MAX232 is used to solve this problem.

Types of MAX232:

1)“MAX232N” where “N” Represent PDIP package Style this package is easy to sold and most widely used.

2) MAX232D where “D” indicates the SOIC package which is difficult to sold and required a trained professional to be used correctly.

Common mistakes:

  • Capacitor voltage rating is less than 16.
  • Interchange Tx and Rx pins on one side of MAX232 at one time.
  • Distorted power supply. Use decoupling capacitor to remove distortion.
  • Check all the connections again.
  • Check the capacitor with capacitance meter.
  • Use Tantalum Capacitor for better performance.

Lensa Kontak Pintar Samsung dan Sony

Latiful Hayat - Lensa Kontak CanggihPara insinyur Samsung sedang membangun sesuatu yang futuristik: lensa kontak pintar dilengkapi dengan tampilan serta sebuah kamera.

Meski masih dalam tahap awal pengembangan, eye-wear dimaksudkan untuk pemanfaatan augmented reality (AR) berpengalaman, dibandingkan dengan Google Glass dan teknologi lain yang dipakai. Alat yang telah dipatenkan di Korea Selatan ini memiliki layar khusus yang mengirimkan gambar langsung ke mata si pemakai.

Menurut keterangan yang diberikan oleh pengembang, lensa kontak dikendalikan oleh kedipan mata. Pengolahan data diproyeksikan ke layar pada perangkat eksternal, seperti smartphone.

Sementara itu, Sony tidak mau ketinggalan. Pera pengembang membuat lensa kontak yang memiliki memori yang dibenamkan pasa lensa kontak, sehingga penyimpanan data dapat langsung disimpan dalam lensa kontak tanpa membutuhkan piranti eksternal.

Lensa kontak besutan Sony dilengkapi dengan sensor piezoelektrik mini yang mampu mengenali perubahan tekanan, temperatur, akselerasi dan daya. Sensor pada kemudian mengkonversi perubahan ini menjadi muatan listrik, yang kemudian akan digunakan untuk mengaktifkan rekaman melelui gerakan mata pemakainya.

Sumber:

Perlindungan kesalahan pemasangan baterai dengan FET

Latiful hayat - Perlindungan dengan FET Perangkat elektronik banyak digunakan pada saat ini, bahakan setiap satu orang bisa memiliki tiga sampai lima perangkat elektronik. Perangkat elektronik portabel memerlukan catudaya berupa baterai untuk dapat tetap bekerja. Namun bagaimana jika pengguna alat elektronik salah memasang baterai secara terbalik? Hal tersebut dapat merusak IC atau perangkat sensitif lainnya. Dalam beberapa perangkat telah dipasangkan perlindungan kesalahan pemasangan baterai.
Cara termudah untuk proteksi baterai adalah dengan memasangkan dioda secara seri dengan baterai. Dioda mampu menapis arus dari arah berlawanan (reverse current), namun memiliki kekurangan pada turunnya tengangan pada arus maju (forward bias) kurang lebih 0,6 Volt.
FET (Field Effect Transistor) kini memiliki hambatan aktif (on-resistance) yang sangat kecil, sehingga dapat diaplikasikan sebagai proteksi perlindungan pemasangan baterai.
Sumber: http://www.ti.com/lit/an/slva139/slva139.pdf

IC Catu daya terkecil dan simpel

Produsen IC Maxim Integrated menawarkan produk baru mereka untuk solusi catu daya dengan mengeluarkan produk MAX1722/MAX1723/MAX1724 yang mereka namai dengan Small Low-Power Boost Converter.
Beberapa keunggulannya antara lain adalah kemampuan untuk mengubah tegangag catu daya daro 0.8 volt menjadi 3,3 Volt (cukup untuk tegangan IC TTL) dengan hanya menambahkan komponen induktor dan kapasitor agar IC tersebut dapat bekerja. IC hanya membutuhkan catu daya 1,5 mikro Ampere, sehingga disinyalir mampu menghemat daya baterai, terutama untuk diterapkan di perangkat mobile. Sayangnya, hasil dari catu daya IC dengan bentuk paket TSOT ini masih sebatas 150 mili Ampere saja.

Sumber:

  • http://monitor.espec.ws/section27/printview200427.html
  • http://monitor.espec.ws/section27/printview200427.html

Bypass Capacitors – Why and How to Use Them?

Bypass Capacitors – Why and How to Use Them?

You may have heard about the phenomenon of bypassing in circuits, however, we may not have sufficient knowledge of how to apply this technique in real circuits. In this tutorial, we will discuss about the bypass capacitors, why we need to use and how to use these capacitors in circuits.

What is a Bypass Capacitor?

A capacitor that filters out the AC signal removing the noise and provides a DC signal is known as a bypass capacitor. The capacitor connected in the figure below is a bypass capacitor bypassing AC noise and allowing pure DC signal to pass through the component.

operation-of-a-bypass-capacitor

Operation of a Bypass Capacitor

Why Use Bypass Capacitors?

In electronics, most of the circuits are digital in nature using direct current (DC). It has been observed that variations in voltage can cause problems to the circuit operation. A circuit may operate incorrectly due to voltage swing. In practical circuits, the voltage fluctuation is usually caused by the AC component that may ride over DC signal causing noise. Therefore, a bypass capacitor is needed to dampen the AC or noise present at all frequencies. Also, it prevents the unwanted communication between devices sharing the same power source.

 

When do you Need Bypass Capacitors?

Firstly, the low frequency circuits may not require bypass capacitors. However, many low frequency active devices comprise of high frequency units. For example, a microcontroller is a low frequency device using a clock making a low frequency system, but the rising and falling glitches can occur due to internal gate transitions without proper filtering of power supply that will traverse the circuit. Therefore, you may need a bypass capacitor with an appropriate value to achieve proper filtering of power supply.

Secondly, you may have this misconception that only digital devices need bypass capacitors. However, bypass capacitors also benefit the analog circuits and devices in a different way. In digital systems, bypass capacitors control the fast timing of rising and falling glitches. Conversely, bypass capacitors help in reducing noise of power supply in analog systems. Generally, analog devices have built in capability of filtering power supply that is effective for reducing low frequency power supply noise, but it is not useful at higher frequencies.

Types of Bypass Capacitor

Bypass capacitors are usually used in high speed environments where the capacitor inductances play a very critical role. The output of a part generates high frequency noise, typically greater than 100 MHz, on the power line at high speed switching. A high lead inductance capacitor will behave as an open circuit due to these harmonics which prevents it from providing the needed current to the power line to maintain a stable level, which results in failure of circuit functionality. Therefore, capacitors with very small inductances are required to bypass the internal noise of the device.

The inductance of a typical surface mount ceramic capacitor is 0.5nH, while the inductance of an electrolytic capacitor is 15nH. By calculating the inductive impedance of these bypass capacitors, we can observe the effect on bypassing:

Electrolytic Capacitor Ceramic Capacitor
Z_L = 2 pi fL
Z_L = 2 x 3.142x 1.5x10^{8}x 15x10^{-9}
Z_L = 14 Omega
Z_L = 2 pi fL
Z_L = 2x 3.142x1.5x10^{8}x 0.5x10^{-9}
Z_L = 0.4 Omega
V_{drop} = IxZ_L
V_{drop} = (0.04 A)x (14 Omega)
V_{drop} = 0.56V
V_{drop} = IxZ_L
V_{drop} = (0.04 A)x (0.4 Omega)
V_{drop} = 0.016V

From this example, we have observed that supply voltage drops below the operating voltage of the device due to more than one channel switching at the same time. Therefore, it is important to use the correct type of bypass capacitor. This is the reason that ceramic capacitors are more favorable than electrolytic capacitors for bypassing. They allow easy flow of charge when needed due to negligible internal inductance.

How to Select Value of Bypass Capacitor?

Now we know why and when we need to use bypass capacitors, but we still need to find out the appropriate value of the capacitor to use for a particular device. The typical values considered for bypass capacitors are 0.1 µF and 1 µF. The higher the frequency, the smaller the value; while the lower the frequency, the large the value.

f = frac{1}{2t_R}

where tR = rise time.

The most important parameter to select an appropriate bypass capacitor is its ability to supply instantaneous current when it is needed. In order to select the capacitor size for a particular device, we have the following methods:

1. Firstly, the bypass capacitor size can be calculated using the following equation:

C = frac{I*N* Delta t}{Delta V}

I = amount of current needed to switch one output from low to high

N = switching number of outputs

∆t = time required to charge the line by the capacitor

∆V = tolerated drop in VCC

The values given in the formula should be known, where ∆t and ∆V can be assumed.

2. Another way to find out the bypass capacitor size is by calculating its maximum current with the specified maximum pulse slew rate. Maximum pulse slew rate is specified by several capacitor manufacturers.

I = Cfrac{dV}{dt}

How to Use Bypass Capacitors?

The bypass capacitor value depends on the noise frequency of the supply that requires filtering. Therefore, a typical bypass capacitor of 0.01 µF or 0.1 µF is connected for high frequency supply noise and low current applications as shown in figure below:

bypass-capacitor-for-low-current-and-high-frequency-application

Bypass capacitor for low current and high frequency application

However, power supply lines may have multiple frequencies in some applications where a single bypass capacitor is not sufficient. Thus, a network of bypass capacitors is used to filter the noise of wider range of frequencies. An example is given in the circuit below where capacitor C2 filters mid range frequencies, C3 filters higher frequencies and C4 filters low frequencies.

bypass-capacitor-network-for-filtering-multiple-frequencies

Bypass capacitor network for filtering multiple frequencies

It is also important to know that the bypass capacitors should be connected closer to the power supply pins because longer traces on printed circuit boards will increase the inductance and lower the frequency of the bypass track.

Example of a Bypass Capacitor Application

It is simple and easy to use a bypass capacitor in a circuit without changing the connections of other circuit components. A bypass capacitor is simply placed between power source (VCC) and ground of each active device, as shown in figure below:

bypass-capacitor-connected-in-a-circuit

Bypass Capacitor connected in a Circuit

In the given circuit, the bypass capacitor is responsible for holding the emitter voltage steady and maintaining voltage gain. For the transistor connected in the above given circuit, iC increases as iB rises, increasing the emitter voltage. This decreases VBE that decreases iC resisting the rise in emitter voltage. Here the bypass capacitor is connected to shunt the signal occurring at the emitter through to the ground.

Routing PCB dengan CNC (YOOCNC 3020ZD)

Buka File Layout

Buka file skema (.sch) dan juga board (.brd) dengan Eagle. Arahkan pada tampilan Board.
disarankan untuk mengubah latar belakang menjadi hitam dengan cara pilih menu

Option --> User Interface --> Pilih pada Layout--> Background --> Black.

Cek posisi dan kesalahan layout dengan DRC

Cek desain dengan DRC, pada menu tool –> DRC lalu isikan parameter jika diperlukan.

Penting: Untuk penggunaan VBit ukuran ujung 0.5 mm maka isikan di bagian clearance 20mil. untuk ujung 0.2 mm maka isikan di bagian clearance 10 mil. Jika sudah memunyai simpanan seting DRC, tinggal di-Load aja. Berikut contohnya: File DRC Yoo CNC

Klik tombol Check dan jika ada Error atau Warning akan muncul di bagian kanan bawah. Benahi  dahulu error! Jika yakin tidak ada masalah, maka dapat di klik tombol Clear All atau langsung ditutup.

Buat kode GCode dengan PCB GCode

Klik tombol dengan tulisan ULP (di bagian atas, di bawah menu library). Pilih file PCB-Gcode-Setup.ulp lalu buka setingan default pada menu tab GCode Style.

Penting: harus memilih software yang digunakan untuk CNC terlebih dahulu sebelum mengisi parameter. Jika memilihnya setelah mengisi parameter, maka isian parameter akan ter-reset!

Pada tab Generation Option: (pilih GCode yang akan dibuat, centang yang dipilih)
——————

cnc-t1

  • Top Side: Layer atas
  • Outline: Guratan
  • Drill: Lubang
  • Bottom Side: Layer Bawah
  • Outline: Guratan
  • Drill: Lubang
  • Mirror: dibalik (gunakan fitur ini untuk YOOCNC, karena koordinat x+ dan x- mesin terbalik)
  • Show preview: tampilkan preview, isikan sesuai ukuran PCB
  • Generate milling: -1.27mm / sesuaikan dengan tebal PCB (pilihan ini untuk membuat GCOde milling/bentuk PCB sesuai layer 46. Tandai centang jika diperlukan)
  • Generate text: -0.127mm (pilihan untuk membuat GCOde guratan text yang ada pada layer 46. Tandai centang jika diperlukan)
  • Spot drill hole: -0.05mm (Tandai lubang pada PCB.  Gunakan jika akan dibor secara manual untuk memudahkan pengeboran. Jika dibor dengan CNC, tidak perlu ditandai, hilangkan tanda centang)
  • Isolation: centang single pass jika ingin sekali guratan saja. (Gunakan fasilitas singgle pass  ini untuk mengecek preview guratan)
  • Minimum: 0.005mm (isikan jarak guratan terdekat dengan jalur PCB)
  • Maximum: 0.5mm (Isikan dengan ukuran ujung bor/bits)
  • Stepsize: 0.127mm (isikan jarak antar guratan pertama dengan guratan selanjutnya)
  • Etching tool size: 0.20 (idealnya adalah ukuran ujung bor/bits, namun biarkan ke angka default)

Machine:
——–

cnc-t2

  • Unit: Milimeter
  • Spin Up Time: 1 detik (Jeda waktu untuk spindle/bor berputar)
  • Feed rates:
    •     X Y: 500 mm/menit (kecepatan pindah spindle arah XY)
    •     Z: 180 mm/menit (kecepatan pindah spindle arah Z; mengebor)

Sesuaikan feed rates XY dengan kemampuan mesin. Lihat di Config -> Motor Tuning and Setup pada Mach3 dan cari bagian Velocity. Bagi nilai Velocity dengan 3 atau 4.Sesuaikan feed rates Z dengan ketajaman bor, semakin tumpul harus semakin kecil serta tidak melebihi kecepatan Motor Tuning)

  • Misc:
    • Epsilon: 0.00254 mm (jarak terdekat perpindahan spindle yang ditolelir. Sumbu X,Y maupun Z)
    • DDRF: biarkan kosong, kecuali jika CNC mampu mengganti bor otomatis
  • Z Axis:
    • Z High: 12 mm (Jarah terjauh/tertinggi bor ke PCB untuk istirahat)
    • Z Up: 2 mm (Jarak bor ke PCB saat pindah dari satu tempat ke tempat lain)
    • Z Down: -0.05 mm (kedalaman miling/guratan PCB, sesuaikan dengan ketebalan lapisan tembaga pada PCB)
    • Drill Depth: -2 mm (sesuaikan dengan tebal PCB + 0.5 mm untuk kalibrasi posisi mata bor saat  pengeboran)
    • Drill Dwell: 0.5 detik (Lamanya proses pengeboran)
  • Tool Change: (posisi spindle saat mengganti bor)
    • Position X: 0 mm
    • Position Y: 0 mm
    • Position Z: 21 mm (sesuaikan dengan panjang colet/dudukan mata bor)
  • GCOde Option, Plugins dan Other: Untuk sementara, biarkan default

Jika parameter sudah diisi semua, maka tekan tombol Accept and make my board. Jendela preview akan muncul.

contohko1

Cek kondisi preview milling/guratan. Jika ada yang tidak tergurat. Ganti/geser letak jalur atau ganti jalu yang ukuranya lebih kecil. Ukuran jalur terkecil yang diperkenankan adalah 0.6mm (25 mil)

Modifikasi file GCode untuk proses autolevelling

Autoleveling adalah menentukan ketinggian/ketebalan PCB dengan bantuan probe pada mesin CNC pada port 15 menggunakan Software Autoleveling.

Buka software Autoleveler (software ini memerlukan java) lalu pilih mesin Mach3 (Sebelah tombol About). Klik tombol Browse for Gcode dan arahkan ke file hasil pengubahan ke GCode. File ditandai dengan akhiran .bot.etch.tap untuk layer bawah dan akhiran .top.etch.tap untuk layer atas.

autolevel

Secara otomatis bagian Probe setting akan terisi. Jika ingin dimodifikasi:

  • Z Feed: 100 mm/menit (kecepatan probing, semakin kecil semakin presisi. Jangan melebihi Z feed Rate pada PCB-GCode)
  • Probe Depth: -0.1 mm (Jika PCB tidak berhasil di-probe, maka secara otomatis dianggab PCB berada di 0.1 mm dibawah mata bor)
  • Probe clearance: 2.5 mm (Mata bor akan berpindah antar titik probe dengan ketinggian 2 mm. Isikan sesuai rumus: Z UP pada PCB-GCode + Probe Depth pada autoleveler Misal: 3mm + (-0.5)mm = 2.5 mm )
  • Probe Spacing: 25 mm (Jarak antar probe. Karena ukuran PCB 100mm x 100mm maka diganti menjadi 20mm agar hasilnya: 100*100 / 25*25 = 16 kali probe saja)
  • Z Safe Heigh: 20 mm (Jarak probe terjauh ke atas untuk berhenti)

Setelah parameter diisikan, klik tombol  CreateLevelledGCode lalu disimpan. file siap dibuka di Mach3.

Modifikasi file GCode drill.tap agar ada waktu untuk mengganti mata bor

Buka file .bot.drill.tap dan ganti perintah: G01 Z0.0000  F254 menjadi M00 (ganti perintah pindah ke posisi Z=0 mm mjd perintah stop). Maksud penggantian kode yaitu agar saat pergantian bor (setelah perintah M06) maka mesin akan berhenti. Saat mesin berhenti, bor dapat diganti sesuai dengan ukuran yang ditunjukkan di GCode setelah tanda ; (titik koma) dalam satuan milimeter.

Nilai F254 mungkin berbeda, karena bergantung dari nilai Feed Rate yang diisikan di PCB Gcode

Pengoperasian Mesin:

Pasang PCB sesuai gambar berikut:

YooCNC - Latiful Hayat
Pastikan PCB tidak menggelembung. Alasi PCB dengan papan yang rata, atau PCB yang sudah tidak terpakai.
Buka Mach3 lalu klik pada tombol SoftLimit hingga border hijau hilang. Ingat Mach3 harus dibuka dahulu sebelung mengaktifkan mesin CNC, agar CNC tidak bergerak sendiri / mengunci jika terjadi error pada port
komputer.

Aktifkan mesin CNC lalu tekan tombol Reset (biasanya berkedip jika belum ditekan) hingga border berwarna hijau.

Arahkan dahulu spindle/bor ke arah atas dengan tombol Page Up agar spindel tidak menabrak PCB. Geser CNC menggunakan tombol tanda panah kiri (<–) atau kanan (–>) untuk mengggerakkan
spindle, serta atur letak PCB agar tidak miring. Awas: YOOCNC memiliki arah X+  dan x- terbalik, maka
hati hati dalam menggerakkan spindle.

Taruh mata bor/bit tepat diatas koordinat titik nol yang dikehendaki sekitar 2 s.d 3 mm, jangan
terlalu dekat dengan PCB. Ada kalanya PCB tidak rata. Lalu gerakkan bor ke semua arah PCB. Jika terlalu mepet dengan PCB, gerakkan ke atas dengan tombol Page Up pada keyboard. Jika terlalu jauh dari PCB, gerakkan ke  arah bawah dengan tombol Page Down. Awas: Hati-hati saat menggerakkan  spindle ke bawah, jika bits/mata bor terkena PCB maka bisa patah, atau PCB berlubang!

Jika sudah siap, mata bor ditaruh di atas PCB dengan tepat pada titik nol yang diinginkan, maka tekan tombol REF ALL HOME pada Mach3. Putar spindle lalu lubangi sedikit untuk titik 0 dengan cara menekan tombol page down pada keyboard. Lubang nantinya dijadikan tanda untuk titik nol pada saat pengboran.

Cek setingan port pada menu tool, pastikan pada port 15 dan active low dicentang. Lihat kondisi probe pada Tab diagnostic. Pastikan saat probe dihubungkan kedua kutubnya, maka bagian Digitize akan berwarna Hijau.

Pasang kutub probe pada spindle, tapi jangan diaktifkan dahulu spindelnya. Pasang kutub yang lain pada PCB. Penting: Pastikan penjepit probe menjepit kuat agar tidak lepas. Kalau sampai lepas, maka bit akan patah, PCB berlubang dan bahkan dasar mesin CNC juga berlubang!

Load file GCode hasil Autoleveler. Lanjutkan dengan pindah spindle menyusuri PCB sesuai pada gambar toolPath, dan pastikan semua area toolpath terkover di PCB (Ukuran PCB tidak kurang) serta tidak menabrak penjepit PCB.

Kembalikan ke titik 0 dengan menekan tombol GOTO Z (Goto Zero). Klik Run dan biarkan CNC
bekerja sambil diamati! Wajib: Sambil diamati! Bila probe atau bits/mata bor menabarak
sesuatu, langsung ditekan tombol EMERGENCY STOP agar CNC tidak rusak lalu ulangi lagi langkah
dari awal.

Saat selesai probing, maka CNC akan berhenti. Ambil probe, jaga jangan sampai terhubung antar
probe dan aktifkan spindle dengan kecepatan maksimum. Saat sudah sampai ke kecepatan maksimum,
tekan Run di Mach3 lagi. (Sekali lagi, wajib: Sambil diamati! Bila probe atau bits/mata bor menabarak sesuatu, langsung tekan tombol EMERGENCY STOP agar CNC tidak rusak lalu ulangi lagi langkah dari awal)

Setelah selesai, biasakan untuk mengembalikan posisi spindle ke home, atau titik nol. Gunakan
fasilitas tombol Goto Z pada Mach3.

Proses pengeboran

Pindah spindle ke atas dengan tombol keyboard Page Up secukupnya, lalu ganti bor dengan ukuran terkecil. Setelah diganti, turunkan mata bor sedikit demi sedikit hingga kurang lebih 1mm jangan terlalu dekat dengan PCB. Lalu tekan REF ALL Home. Lalu gerakkan bor ke semua arah PCB.

Jika terlalu mepet dengan PCB, gerakkan ke atas dengan tombol Page UP. Catat perubahan Z lalu
kembali he home dengan tombol Goto Z lalu naikkan dengan tombol Page Up hingga nilai Z sesuai
pada catatan dan klik REF ALL Home.

Awas: Hati-hati saat menggerakkan spindle ke bawah, jika bits/mata bor terkena PCB maka bisa patah, atau PCB berlubang!

Usahakan jarak terjauh antar PCB dengan mata bor di seluruh permukaan PCM maksimal adalah 0.5 mm
(Sesuai dengan perhitungan Drill Depth pada PCB-GCode). Ulangi langkah pemindahan mata bor ke
seluruh PCB hingga tidah ada PCB yang terlalu mepet pada mata bor.

Jika semua OK maka kembali ke home dengan tekan GOTO Z.

jika home tidak pas pada lubang titik 0 yang tadi ditandai saat miling, maka paskan dengan
menekan tombol panah, namun jangan mengubah ketinggian mata bor. Jika sudah pas, maka tekan
REF ALL Home. Catatan: Jika ternyata spindle berubah ketinggian, atau terpencel tombol page up atau
page down, maka kembalikan ke titik 0 dengan Goto Z.

Tutupi PCB dengan kertas transparan (mika) agar debu pengeboran tidak tercecer! Buka file GCode drill.bot.tap dan kemudian Run (Klik cycle Start) dan biarkan CNC bekerja. (Wajib: Saat CNC bekerja, haris diamati! Bila bits/mata bor menabarak sesuatu, langsung tekan tombol EMERGENCY STOP agar CNC tidak rusak lalu ulangi lagi langkah dari awal)

Proses Penggantian mata bor

Saat GCode sampai pada kode M00, maka proses pengeboran berhenti. Matikan dahulu spindle lalu ganti mata bor sesuai ukuran yang ditunjukkan pada GCode. Jangan sampai posisi berubah dan CNC jangan dimatikan, cukup matikan putaran spindle saja.

AWAS: Mata bor mudah patah, jatuh dari atas meja saja sudah patah!

 

What do you have to know about MAX232

Max232 is designed by Maxim Integrated Products. This IC is widely used in RS232 Communication systems in which the conversion of voltage level is required to make TTL devices to be compatible with PC serial port and vice versa. This chip contains charge pumps which pumps the voltage to the Desired Level. It can be powered by a single +5 volt power supply and its output can reach +_7.5 volts.MAX232 comes in 16 Pin Dip and many other packages and it contains Dual Drivers. It can be used as a hardware layer convertor for 2 systems to communicate simultaneously.Max232 is one of the versatile IC to use in most of the signal voltage level conversion problems.

Construction of MAX232:

Mostly MAX232 used in 16-pin DIP package. it consist of 3 major blocks .It can only be powered by 5 volts to make it power supply compatible with most of the embedded systems. First block is the voltage doubler in this ic switched capacitor techniques is used to make the voltage double .Once the voltage is doubled second block will converts that voltage to +10 and -10. The third block consists of 2 transmitters and 2 receivers which actually convert the voltage levels.

External components:

Max232 requires minimum 4 external capacitor. Their Value can range from 1uf to 10uf and16 volts or more rating. There are many different versions of this versatile ic available each of them Require different capacitor value for proper working.

Application and uses of MAX232:

Premierly MAX232 is used in Serial communication. Problem arises when we have to communicate between TTL logic and CMOS logic based systems. RS232 is internationally defined standard named as EIA/TIA-232-E and in this standard logic 0 is the voltage between +3 to +15 and logic 1 is defined as the voltage between -3 to -15.In TTL logic 0 is defined is by 0 volt and 1 is defined by 5 volt so in this scenario this is a very handy IC to be incorporated.

Other Applications & Uses

  • Battery Powered RS 232 Systems
  • Interface Translation
  • Low Power Modems
  • RS 232 Networks (Multidrop)
  • Portable Computing

PC Serial PORT communication by using MAX232 IC:

Desktop and some old Laptops have Serial port which comes in DB9 package. In Most of the Circuits designer is concerned about the Tx and Rx pins only so the function of the rest of the pins are not used here mostly.

In the above circuit only one Driver is used and second driver can be used for other purpose. TTL data is available on pin 12 and pin 11 and these pins can be attached to Microcontroller or any system which accept TTL logic.

 

GSM Modem Communication:

 

There are many GSM modems available in the market and most of them are on TTL logic but some of them use RS232 standards and again it becomes a problem to communicate wilt GSM modem by using Micro controller, aurdino or any other TTL platform.MAX232 is used to solve this problem.

Types of MAX232:

1)“MAX232N” where “N” Represent PDIP package Style this package is easy to sold and most widely used.

2) MAX232D where “D” indicates the SOIC package which is difficult to sold and required a trained professional to be used correctly.

Common mistakes:

  • Capacitor voltage rating is less than 16.
  • Interchange Tx and Rx pins on one side of MAX232 at one time.
  • Distorted power supply. Use decoupling capacitor to remove distortion.
  • Check all the connections again.
  • Check the capacitor with capacitance meter.
  • Use Tantalum Capacitor for better performance.

Koneksi PHP & Port Serial

Koneksi php ke serialport dengan menggunakan php_dio pada sistem operasi Windows. Caranya adalah dengan menyalin file dll ke subforder ext pada folder php. Edit  file php.ini dengan menambahkan

extension = php_dio.dll (pada windows)

Hentikan (stop) server apache dan jalankan ulang.

Buat sketch arduino untuk menyalakan lampu jika serial menerima huruf w dan mematikan lampu jika serial menerima huruf s, dengan kode berikut:

void setup() {
pinMode(13,OUTPUT);
Serial.begin(9600);
}

void loop() {
if (Serial.available()) {
char inChar = (char)Serial.read();
if (inChar == 'w') {
digitalWrite(13,HIGH);
}
if (inChar == 's') {
digitalWrite(13,LOW);
}
}
}

Buat file serial.php pada forder httdoc dengan kode berikut :

<?php

//ganti com31 dengan alamat port yang digunakan
exec('mode com31: baud=9600 data=8 stop=1 parity=n xon=on');

//ganti COM31 dengan alamat port yang digunakan
$fd = dio_open('\\\\.\COM31', O_RDWR);

sleep(2);
if(isset($_GET['lampu']))
$data = dio_write($fd, $_GET['lampu']);

?>

Ganti alamat port yang digunakan untuk koneksi. Coba dengan membuka firefox atau browser lain dengan alamat http://IPKOMPUTER/serial.php?lampu=w maka lampu menyala. Jika dibuka alamat http://IPKOMPUTER/serial.php?lampu=s maka lampu mati.