Download link dengan nomor urut dengan jdownloader

//base link
var base = "https://latiful.hayat.web.id/image_%%NUM%%.jpg";
//start index (inclusive)
var start = 1;
//end index (inclusive)
var end = 2;
//number of fixed decimals
var fixedDecimals = 0;

function padding(num, size) {
    var s = num + "";
    while (s.length < size) s = "0" + s;
    return s;
}
var resultLinks = "";
for (var i = start; i <= end; i++) {
    var link = base.replace("%%NUM%%", padding(i, fixedDecimals));
    resultLinks += "\r\n" + link;
}

disablePermissionChecks(); {
    callAPI("linkgrabberv2", "addLinks", {
        "autostart": false,
        "autoConfirm": true,
        "deepDecrypt": false,
        "packageName": "JPGFile",
        "links": resultLinks
    });
}

//disable and run this script

Memilih Kartu SDCard – microSD

Cara memilih Kartu SDCard – microSD

Perbedaan antara format kartu microSD sangat signifikan:

  • microSD: memiliki kapasitas hingga 2GB dan berfungsi di slot microSD apa pun.
  • microSDHC: memiliki kapasitas lebih dari 2GB dan hingga 32GB dan berfungsi di perangkat keras yang mendukung SDHC dan SDXC.
  • microSDXC: memiliki kapasitas lebih dari 32GB dan hingga 2TB dan hanya didukung di perangkat yang kompatibel dengan SDXC.
  • microSDUC: mendukung kartu hingga 128TB dan akan membutuhkan perangkat yang kompatibel.

Perbedaan antara microSD dan SDXC (dan juga kartu SDHC!) terletak pada kemampuan kartu untuk mentransfer data dengan cepat.

Format SDHC dan SDXC dapat mendukung antarmuka bus Ultra High Speed ​​(UHS)—sirkuit lebih cepat yang memungkinkan data bergerak lebih cepat. Tiga versi UHS adalah UHS-I (dengan kecepatan bus hingga 104MBps), UHS-II (hingga 312MBps), dan UHS-III (hingga 624MBps).

Kelas Kecepatan

Kelas Kecepatan menunjukkan kecepatan tulis minimum kartu memori dalam megabita per detik. Ada empat Kelas Kecepatan yang dapat dipilih:

  • Kelas 2: minimal 2MBps.
  • Kelas 4: minimal 4MBps.
  • Kelas 6: setidaknya 6MBps.
  • Kelas 10: setidaknya 10MBps.

Kelas Kecepatan UHS

Kelas Kecepatan UHS menunjukkan kecepatan tulis minimum untuk kartu microSD yang mendukung kecepatan bus UHS-I, II, dan III.

  • U1: kecepatan tulis minimal 10MBps.
  • U3: kecepatan tulis minimal 30MBps.

Kelas Kinerja Aplikasi

Kelas Kinerja Aplikasi menetapkan kecepatan tulis berkelanjutan minimum 10MBps, bersama dengan kecepatan baca dan tulis acak minimum yang diukur dalam operasi input dan output per detik (IOPS).

Ada dua kelas:

  • A1: kecepatan baca acak minimum 1500IOPS; kecepatan tulis acak 500IOPS.
  • A2: kecepatan baca acak minimum 4000IOPS; kecepatan tulis acak 200IOPS.

Kelas Kecepatan Video

Kelas Kecepatan Video menetapkan kecepatan tulis sekuensial minimum, yang penting saat merekam video. Semakin tinggi resolusi video, semakin cepat kecepatan yang dibutuhkan. Ada lima kelas untuk video:

  • V6: kecepatan tulis minimum 6MBps.
  • V10: kecepatan tulis minimum 10MBps.
  • V30: kecepatan tulis minimum 30MBps.
  • V60: kecepatan tulis minimum 60MBps.
  • V90: kecepatan tulis minimum 90MBps.

SD Card Association merekomendasikan UHS Speed ​​Class 3 (U3) atau lebih tinggi untuk merekam video 4K, dan V60 atau lebih tinggi untuk video 8K. Untuk video full HD, disarankan menggunakan UHS Speed ​​Class 1 (U1) atau kartu microSD Speed Class 10 (10) atau yang lebih tinggi. Jika kecepatan tulis kartu terlalu lambat, video hasil rekaman tersendat-sendat.

Download MP3 dari YouTube dan situs lain degan JDownloader 2

//Add your script here. Feel free to use the available api properties and methods
if (link.finished) {
    var input = link.downloadPath;
    var output = input.replace(/(aac|m4a|ogg)$/, "mp3");

    if (input != output) {
        try {
            var ffmpeg = callAPI("config", "get", "org.jdownloader.controlling.ffmpeg.FFmpegSetup", null, "binarypath");
            var bitrate = callSync(ffmpeg, "-i", input).match(/bitrate: (\d+) kb/)[1];

            callAsync(function(error) {
                !error && getPath(input).delete();
            }, ffmpeg, "-y", "-i", input, "-b:a", bitrate + "k", output);
        } catch (e) {};
    }
}

Setting Cura 15 untuk Anet A8

;Sliced at: {day} {date} {time}
;Basic settings: Layer height: {layer_height} Walls: {wall_thickness} Fill: {fill_density}
;Print time: {print_time}
;Filament used: {filament_amount}m {filament_weight}g
;Filament cost: {filament_cost}
;M190 S{print_bed_temperature} ;Uncomment to add your own bed temperature line
;M109 S{print_temperature} ;Uncomment to add your own temperature line
G21        ;metric values
G90        ;absolute positioning
M82
M107       ;start with the fan off
G28 X0 Y0  ;move X/Y to min endstops
G28 Z0     ;move Z to min endstops
G1 Z15.0 F{travel_speed} ;move the platform down 15mm
G92 E0                  ;zero the extruded length
G1 F200 E5              ;extrude 3mm of feed stock
G92 E0                  ;zero the extruded length again
G1 F{travel_speed}
;Put printing message on LCD screen
M117 Printing...
;End GCode
M104 S0                     ;extruder heater off
M140 S0                     ;heated bed heater off (if you have it)
G91                                    ;relative positioning
G1 E-1 F300                            ;retract the filament a bit before lifting the nozzle, to release some of the pressure
G1 Z+0.5 E-5 X-20 Y-20 F{travel_speed} ;move Z up a bit and retract filament even more
G28 X0 Y0                              ;move X/Y to min endstops, so the head is out of the way
M84                         ;steppers off
G90                         ;absolute positioning

3D Printer Filament Types | Properties, Uses & Comparison

Setting FlatCAM untuk milling PCB dengan CNC

  1. Buka file gerber untuk jalur PCB layer bawah biasanya file .GBL, atau buka layer atas biasanya file .GTL
  2. Buka file Excellon untuk lokasi pengeboran, biasanya file .XLN
  3. Selanjutnya jika layer yang akan digurat adalah layer bawah, perlu dibalik dengan perintah mirror. Biasanya dipilih di titk 0,0 pada sumbu X.
  4. Jika inggin menggunakan CNC untuk memotog PCB bisa buka file outline, biasanya file .GKO

Cara ubah desain eagle ke flatcam, bisa lihat artikel berikut: Eagle to FlatCAM

Isolation routing

  1. Buka file gerber, dengan klik 2x, misalnya file .GBL dan pilih tombol isolation routing.
Tombol Isolation Routing
Menu Isolation Routing bor 0.7mm – 0.8mm

Isikan parameter tersebut, mulai dari ukuran milling (bor) 0.7 mm dengan jenis C1. Passes diisi 1 menandakan 1 kali guratan. Overlap biasanya 10%, jadi jika passesnya lebih dari 1, jaur yang overlaping 10% (Dalam hal ini jika milling 0.7mm, mmaka overlapnya 0.07mm). Centang bagian combine jika iki menyatikan file hasil geometry-nya.

Menu Isolation Routing untuk Vbit 0.2mm

Isikan parameter di atas jika menggunakan VBit ukuran 0.2mm (diisikan 0.3mm untuk offset). Passes disarankan minimal 2, agar guratan agak lebar untuk mencegah konsleting. Pastikan juga check bagian Combine agar geometri menjadi 1 file.

Pastikan untuk mencentang Check Validity untuk memastikan semua jalur dapat dibentuk geometry-nya. Jika sudah komplit isiannya, klik tombol [Generate Geometry]

File geometry akan tebentuk dan lanjutkan dengan membuat object CNC.

Setting jika Menggunakan Mill

Isikan parqameter di atas untuk kasus bor 0.7mm s.d 0.8mm. Diameter mill adalah 0.7 dengan bentuk C1. Cut Z adalah seberapa dalam tembaga PCB akan dikelupas. Untuk PCB dengan tebal 1 oz, sejatinya adalah 0.035mm tebal tembaganya. Namun, saat mill sudah mulai tumpul atau PCB tidak rata, maka di atas ditambahkan dalamnya guratan sebesar -0.050mm. Centang Multi-Depth agar guratan pertama adalah -0.040 dilanjutkan guratan kedua untuk membersikan sisa tembaga -0.050mm. Jika menggunakan karet Cone, Cut Z cukup diisi -0.040, dan pastikan mill tajam.

Setting jika menggunakan VBit

Isikan parameter di atas untuk bor V-bit dengan diameter 0.2mm. Walaupun ukuran 0.2mm disarankan di-set ke 0.3mm sebagai offset. Walaupun dengan bentuk nya V, namun perlu dipilih C1 agar bisa diset kedalaman guratannya. Cut-Z cukup setebal PCB dan pastikan saat autolevel menggunakan karet bentuk Cone, untuk memastikan PCB tertekan penuh ke bawah.

Travel Z adalah seberapa tinggi mill bergerak saat pindah ke titik lain. Pastikan tingginya melebihi dari ketebalan PCB. Untuk PCB 1 oz, bisa gunakan 2 atau lebih, dimana tebal PCB hanya 1.78mm. Feedrate X-Y adalah kecepatan gerak mill. Gunakan 180 mm/s untuk kecepatan sedang. Feedrate Z 60 mm/s untuk kecepatan pengeboran sedang. Untuk CNC yang ketinggiannya kurang dari 5 cm, disarankan mengganti End Move Z menjadi 10mm. Lanjutkan dengan klil tombol [Generate CNCJob Object]

Pembuatan Kode GCODE

Menu CNC Job Object

Lanjutkan dengan membuat kode GCODE untuk dapat dibaca oleh CNC. Cukup dengan membuka menu CNC Job Object dan klil tombol [Save CNC Code]

Excellon Object, atau titik pengeboran

Excellon Object

Buka menu Excellon Object, tentukan lubang dengan ukuran berapa yang akan dibor. Jika semua lubang, cukup klik tanda pagar, semua lubang akan terpilih. Lanjutkan dengan klik tombol [Drilling Tool]

Pembuatan CNC Object untuk pengeboran

Pilih ukuran lubang PCB atau cukup klik # untuk pilih semua lubang. isikan Cut-Z dengan tebal PCB, untuk pcb dengan tebal 1 oz bisa gunakan -1,78mm atau -1,80mm. Travel Z gunakan 2mm atau sesuaikan dengan ketebalan PCB. Feedrate Z atau kecepatan pengeboran, isikan 120mm/s untuk kecepatan tinggi atau 60mm/s untuk kecepatan sedang. Ganti tool change ke 10mm dan End move Z ke 10mm untuk CNC ketinggian rendah. Klik [Generate CNCjob Object] untuk membuat object CNC

Pembuatan GCode untuk pelubangan PCB

Cukup Klik Save CNC Code simpan GCode

Proses Autoleveling

Proses ini digunakan untuk mendeteksi ketinggian PCB yang nantinya disematkan di GCode. Proses ini dibantu dengan software autoleveler.

Tampilan Autoleveller versi 7

Pilih software cnc yang akan digunakan, misalnya Mach3. Buka file GCODE dengan extensi .tap atau .nc maka ukuran otomatis akan msuk ke setting. Isikan ZFeed dengan 100mm/s untuk kecepatan mill mendeteksi ketinggian. Probe depth -1, sehingga saat kedalaman -1mm tidak ditemukan tambaga, maka dianggap jarak tembaga dengan probe maksimal adalah 1mm. Probe clearance diisi 2mm untuk probe bisa bergerak. Isikan nilai ini > ketebalan PCB. Probe spacing 10mm untuk melakukan probe 10mm atau isikan 5mm untuk melakukan probing setiap 5mm. Isikan Z safe height dengan 10mm untuk mesin CNC yang ketinggian rendah. Klik [Create Levelled GCode] untuk membuat kode GCode yang sudah tebenam autoleveling.

Pemotongan ukuran PCB dengan outline

Buka file outline, biasanya file .GKO, dan pilih tombol [Cutout Tools]. Selanjutnya mebu berikut akan muncul.

Menu Cutout PCB

Isikan parameter sesuai dengan gambar di atas. Pilih Kind: Gerber, Type:Gerber. Set diamater mill 0.8mm atau sesuaikan dengan ukuran mill yang digunakan. isikan Cut Z dengan ketebalan PCB, misalnya -1.8mm untuk PCB 1 oz. Dianjutkan untuk menggunakan Multi-depth untuk mill yang berukuran kecil dengan nilai 3mm s.d 5mm dan margin 0.1mm atau sesuai dengan keinginan sebagai batas pemotongan. Isikan Gap size 1mm agar PCB mudah dilepas, atau setidaknya sesuai ukuran mill yang digunakan. Pilih Gaps: LR untuk gap di kiriri dan kanan. LAnjutkan dengan [Generate Geometry] selanjutnya buat Object CNC dan simpan kode CNC sesuai contoh geomatry lain untuk pengeboran.

Setting konfigurasi cepat

Gunakan setting berikut untuk penyetikan cepat dengan klik menu File => Backup => Import Setting dengan file berikut. File berikut untuk ketebalan PCB 1oz dengan mill 0.8mm

Password untuk semua file:latiful hayat

Jika letak lubang PCB tidak sesuai dengan jalur, cek artikel berikut: Setting Trailing Zeros

Eagle uses Trailing Zeros in its Excellon number format but does not properly report this format in the Excellon file. To tell FlatCAM to use this format by default set this system option excellon_zeros to T by using the set_sys command in the Shell Command Line Interface as shown below:

Ketikkan set_sys excellon_zeros T pada Cmd Line lalu restart FlatCAM