Gosok PCB dengan stainless pencuci piring atau schottbrite hingga mengkilap.
Bersihkan dengan IPA atau alkohol dan usap dengan tisue untuk menghilangkan serpihan dan minyak.
Target: Permukaan bersih, matte halus, bebas minyak
Semprot dengan pilox warna hitam doff/matte 1 atau 2 usap. Jarak semprot: 20–30 cm.
Hindari: Lapisan tebal → sulit di-laser → banyak char
Biarkan mengering atau dijemur minimal 30–60 menit (lebih lama lebih baik) atau dioven jika punya
Siapkan Layout PCB
Buka EasyEdaStd dan pilih File, export, SVG. Sesuaikan layer mana yang akan dibuat. Misalkan untuk layer atas.
Untuk EsayEdaPro pilih export, PDF, tambahkan layer dan simpan ke file PDF. Buka PDF dengan inkscape dan save as ke svg.
Buka file SVG dengan inkscape, dan hapus bagian yang tidak diperlukan. Semisal background putih.
Tekan Ctrl + Shift + R untuk memotong dan menampilkan bagian yang ada gambarnya saja.
PENTING: Perbaiki ukuran, tambahkan offset 0.2mm. ALASAN: sinar laser memiliki diameter 0.2mm, sehingga setiap pinggir bagian akan terpotong 0.1mm. Misalnya lebar jalur 0.4mm jika tidak diperbaiki ukuran maka akan terpotong kanan 0.1mm dan kiri 0.1mm, sehingga ukuran setelah dipotong laser menjadi 0.2mm saja.
Tambahkan 0.2mm untuk setiap jalur.
Simpan sebagai SVG
Pastikan ukuran di K40 Whisperer sudah sama dengan ukuran Inkscape
Buka K40 Whisperrer
Buka file SVG
Pastikan invert raster, karena yang akan ‘dibakar yang hitam’, padahal yang hitam yang akan digunakan. Oleh karena itu pastikan invert raster sudah dipilih
Matikan Mirror Design untuk PCB layer bawah
Atur kecepatan Raster engrave 50 mm/s dan power 50% untuk laser 40 watt. 2x Pass
Mak 100 mm/s, power 80% agar laser tidak cepat aus.
Matikan halftone dither agar tidak bintik-bintik
Taruh PCB sesuai dengan poin laser di pojok kanan atas, beri perekat bila perlu.
Atur jarak nozel sekitar 0.5 mm
Klik Raster Engrave
Target hasil: Copper terlihat mengilap (shiny). Bukan hitam / coklat
Sesuaikan ketinggian pelat, naik turunkan agar mendapatkan titik pusat laser yang maksimal.
Bahaya: Jika laser menembus cat dan mengenai logam polos yang mengkilap di bawahnya, sinar bisa memantul kembali ke arah nozzle, mengenai lensa, cermin, atau bahkan masuk kembali ke dalam tabung laser (laser tube). Hal ini bisa menyebabkan lensa retak atau memperpendek umur tabung laser.
Cara Menghindari: Gunakan pengaturan daya yang pas hanya untuk menghilangkan cat, mulai dari 25% jangan berlebihan. Fokus yang sedikit menjauhkan nozzle dari material untuk dapat membantu mengurangi risiko pantulan langsung ke optik
Setting Scanline ke 0.00125 in/Step dan matikan Halftone
Pembersihan
Campur IPA – alkohol (76%) 1 banding 4 untuk membersihkan char, usap halus dengan kapas.
Jika gagal, gunakan aktivasi kimia dengan HCl encer, 1 : 4 (HCl : air). Celup 5–10 detik.
Bilas air, gunakan magic sponge/sikat halus dengan tekanan sangat ringan.
Target: Copper mulai lebih metalik / reflektif
Sebelum etching, ukur tembaga dan pastikan hambatan mendekati 0 ohm
Tambahkan HCl encer dengan H₂O₂, masukkan PCB dan goyang ringan. Tanda bereaksi: Muncul gelembung kecil.
Amati jalur antara 5 s.d. 15 menit.
Dilihat dengan penggaris mikro, jalur yang diatur 0.5 mm menjadi 0.3 mm dengan laser 50%. Gap yang seharusnya 0.5mm menjadi 0.8mmSaat daya laser 89%, jalur yang diatur 0,5 mm menjadi 0,2 mm. Terlalu overburn.
Kesimpulan:
Konfigurasi terbaik: daya laser 50% , kecepatan 100 mm/s, 1x atau 2x pass.
Kecepatan dikurangi jadi tidak smooth; daya ditambah jadi overburn.
Lebarkan jalur 0,15 mm di kiri dan kanan (+0,3 mm) agar mendapatkan lebar yang tepat.
Char tetap terbentuk, perlu dibersikan sebelum etching
Buka Chitubox dan buka file STL. Pastikan ukuran sudah tepat. Biasakan membuat batas PCB agar mudah untuk scaling. Jika sudah pas ukurannya, lanjutkan dengan membuka halaman machine setting.
Saat di halaman machine setting, ubah Bottom exposure time menjadi 8-12 s untuk monochrome, 20-30 s untuk RGB. Jika kurang, maka bisa jadi photoresist tidak mengeras. Jika berlebihan, ukuran jalur bisa jadi melebar. Silakan coba-coba, karena tiap printer bisa jadi beda.
Slice dan save untuk menyimpan file
Selanjutnya, copy ke Flash untuk dicetak di printer 3D. Sebelum mencetak, ambil semua base/bantalan dan tempat resin. Setelah itu, pilih file dan cetak.
Pastikan PCB sudah dipasangi photoresist dan taruh PCB di printer. Tambahkan pemberat semisal buku untuk menempelkan PCB ke layar tanpa celah.
Dengan LD-002H exposure time 10 s, jalur 0.2 mm sedikit bleeding, namun masih ada gap ≥0.15 mm yang cukup untuk etching (Gambar Kiri). Sedangkan untuk jalur 0.3 mm cukup akurat, dengan gap akurat 0.2 mm.Untuk Exposure 15s, jalur 0.2 mm sudah bleeding parah hingga clearance tidak terbentuk.
Note saat etching: 1. JAngan terlalu agresif, berikan 1:1:3 HCl;H2O2; Air 2. Tambahkan surfactan 1 tetes per 100ml untuk mencegah gelembung nempel di PCB 3. Posisikan PCB Vertikal dan lakukan agregasi (digoyang) 4. Pastikan PCB benar-benar bersih tanpa minyak. Gosok, bersihkan dengan sabun, lap dengan IPA. 5. Tekan PR dengan roler dan biarkan kering 15 menit. Gunakan laminator agar jalur kecil benar-benar menempel dengan kuat. Suhu jangan lebih dari 80 °C.
Contoh Over Etcing, jalur yang seharusnya 0.3 mm menjadi 0.1mm
Buka EsayEDA dan pilih menu File -> Export -> SVG Source
Klik tombol Download dan simpan file SVGnya
Buka file SVG di inkscape atau coreldraw atau vector editing software yang lainnya. Pilih gambar dengan Select, klik kanan dan pilih Ungroup, agar dapat menghapus yang tidak diperlukan. (Ctrl+Shif+G)
Hapus gambar yang tidak diperlukan dengan tombol Delete, hingga tersisa gambar layout-nya saja. Jika masih ada yang menyatu, lakukan Ungroup Lagi sampai dapat dipilih satu per satu.
Ubah stroke menjadi path dengan memilih semua stroke, lalu tekan Ctrl + Alt + C atau lewat menu Path -> Stroke to Path.
Tekan Ctrl + Shift + R untuk menjadikan frame gambar yang tepat yang dibutuhkan saja. Kemudian simpan.
Buka blender atau 3D editor lain, ubah unit menjadi mm dengan klik tombol logo kerucut di sebelah kanan. isikan skala 0.001 karena SVG akan di konversi ke meter persegi dari mm persegi. Ganti unit menjadi milimeter.
#include <iostream>
using namespace std;
int main() {
int number;
// Input from user
cout << "Masukkan sebuah bilangan: ";
cin >> number;
// Check positive, negative, or zero
if (number > 0) {
cout << number << " adalah bilangan positif." << endl;
} else if (number < 0) {
cout << number << " adalah bilangan negatif." << endl;
} else {
cout << number << " adalah nol." << endl;
}
// Check odd or even
if (number % 2 == 0) {
cout << number << " adalah bilangan genap." << endl;
} else {
cout << number << " adalah bilangan ganjil." << endl;
}
return 0;
}
eraser.io syntax
KlasifikasiBilangan {
mulai[shape:oval]
masukkan bilangan[shape:parallelogram]
cek apakah bilangan GE 0 [shape:diamond]
cek apakah bilangan EQ 0 [shape:diamond]
cetak nol [shape:parallelogram]
cetak positif [shape:parallelogram]
cetak negatif [shape:parallelogram]
cek apakah bilangan mod 2 EQ 0 [shape:diamond]
cetak genap [shape:parallelogram]
cetak ganjil [shape:parallelogram]
selesai[shape:oval]
}
mulai>masukkan bilangan>cek apakah bilangan GE 0
cek apakah bilangan GE 0>cek apakah bilangan EQ 0:ya
cek apakah bilangan EQ 0>cetak nol:ya
cek apakah bilangan EQ 0>cetak positif:tidak
cek apakah bilangan GE 0>cetak negatif:tidak
cetak nol>cek apakah bilangan mod 2 EQ 0
cetak positif>cek apakah bilangan mod 2 EQ 0
cetak negatif>cek apakah bilangan mod 2 EQ 0
cek apakah bilangan mod 2 EQ 0>cetak genap:ya
cek apakah bilangan mod 2 EQ 0>cetak ganjil:tidak
cetak genap>selesai
cetak ganjil>selesai
Itu matahari(M): ذلك الشمس (dhālika ash-shams) Itu bulan(M): ذلك القمر (dhālika al-qamar) Itu langit(F): تلك السماء (tilka as-samā’) Itu bumi(F): تلك الأرض (tilka al-arḍ) Ini siang(M): هذا النهار (hādhā an-nahār) Ini malam(F): هذه الليلة (hādhihi al-layla)
digraph Flowchart {
rankdir=TB;
node [shape=box, style=rounded];
S [label="Mulai", shape=ellipse];
T [label="Studi Literatur"];
U [label="Pembuatan MFC"];
V [label="Pengujian MFC"];
W [label="Output sesuai ?", shape=diamond];
X [label="Identifikasi sistem MFC"];
Y [label="Pemilihan dan pengujian komponen"];
Z [label="Karakteristik komponen sesuai kebutuhan ?", shape=diamond];
A [label="A", shape=circle, width=0.2];
A1 [label="A", shape=circle, width=0.2];
C [label="Desain Rangkaian"];
D [label="Pengujian Simulasi dan Analisis Rangkaian"];
E [label="Output sesuai ?", shape=diamond];
F [label="Desain PCB"];
G [label="Simulasi dan Analisis PCB"];
H [label="Sistem bekerja ?", shape=diamond];
I [label="B", shape=circle, width=0.2];
I1 [label="B", shape=circle, width=0.2];
K [label="Mengevaluasi prototipe"];
L [label="Assembly dan Programming"];
M [label="Sistem bekerja ?", shape=diamond];
N [label="Optimasi Rangkaian"];
O [label="Assembly dan Programming"];
P [label="Pengujian sistem"];
Q [label="Mendekati prediksi ?", shape=diamond];
R [label="Dokumentasi dan Publikasi"];
TT [label="Selesai", shape=ellipse];
S -> T;
T -> U;
U -> V;
V -> W;
W -> T [label="Tidak"];
W -> X [label="Ya"];
X -> Y;
Y -> Z;
Z -> X [label="Tidak"];
Z -> A [label="Ya"];
A1 -> C;
C -> D;
D -> E;
E -> C [label="Tidak"];
E -> F [label="Ya"];
F -> G;
G -> H;
H -> F [label="Tidak"];
H -> I [label="Ya"];
I1 -> K;
K -> L;
L -> M;
M -> N [label="Tidak"];
N -> K;
M -> O [label="Ya"];
O -> P;
P -> Q;
Q -> K [label="Tidak"];
Q -> R [label="Ya"];
R -> TT;
}
PlantUML
@startuml
:(Mulai);
repeat :(Studi Literatur);
:(Pembuatan MFC);
:(Pengujian MFC);
repeat while (Output sesuai ?) is (Tidak)
->Ya;
:(Identifikasi sistem MFC);
repeat :(Pemilihan dan pengujian komponen);
repeat while (Karakteristik komponen sesuai kebutuhan ?) is (Tidak)
->Ya;
stop
start
repeat :(Desain Rangkaian);
:(Pengujian Simulasi dan Analisis Rangkaian);
repeat while (Output sesuai ?) is (Tidak)
->Ya;
repeat :(Desain PCB);
:(Simulasi dan Analisis PCB);
repeat while (Sistem bekerja ?) is (Tidak)
->Ya;
stop
start
repeat :(Mengevaluasi prototipe);
:(Assembly dan Programming);
repeat while (Sistem bekerja ?) is (Tidak)
repeat :(Optimasi Rangkaian);
->Ya;
:(Pengujian sistem);
repeat while (Mendekati prediksi ?) is (Tidak)
->Ya;
:(Dokumentasi dan Publikasi);
:selesai;
@enduml
Mermaid:
flowchart TD
S(["Mulai"]) --> T("Studi Literatur")
T --> U("Pembuatan MFC")
U --> V(["Pengujian MFC"])
V --> W{"Output sesuai ?"}
W -- Tidak --> T
W -- Ya --> X("Identifikasi sistem MFC")
X --> Y("Pemilihan dan pengujian komponen")
Y --> Z{"Karakteristik komponen sesuai kebutuhan ?"}
Z -- Tidak --> X
Z -- Ya --> A((("A")))
B((("A"))) --> C("Desain Rangkaian")
C --> D("Pengujian Simulasi dan Analisis Rangkaian")
D --> E{"Output sesuai ?"}
E -- Tidak --> C
E -- Ya --> F("Desain PCB")
F --> G("Simulasi dan Analisis PCB")
G --> H{"Sistem bekerja ?"}
H -- Tidak --> F
H -- Ya --> I((("B")))
J((("B"))) --> K("Mengevaluasi prototipe")
K --> L("Assembly dan Programming")
L --> M{"Sistem bekerja ?"}
M -- Tidak --> N("Optimasi Rangkaian")
N --> K
M -- Ya --> O("Assembly dan Programming")
O --> P("Pengujian sistem")
P --> Q{"mendekati prediksi"}
Q -- Tidak --> K
Q -- Ya --> R("Dokumentasi dan Publikasi")
R --> TT(["Selesai"])
E --> n1["Untitled Node"]
Penjelasan Perubahan Harokat pada Kolom “Akhir Huruf”:
Bentuk Mufrad (tunggal):
Fi’il كَتَبَ pada bentuk tunggal tetap memiliki harokat fathah (َ) pada huruf terakhir (بَ) untuk dhamir laki-laki tunggal (هو) dan perempuan tunggal (هي).
Bentuk Jama’ (jamak):
Pada bentuk dhamir plural laki-laki (هم) terdapat harokat dhammah (ُ) pada huruf terakhir (بُ), sedangkan untuk jama’ perempuan (هنّ) berubah menjadi sukun (ْ) pada huruf terakhir (بْ).
Bentuk Muannats (perempuan):
Dalam dhamir أنتِ dan dhamir dual perempuan (أنتما serta هما), harokat akhir berubah menjadi sukun (ْ), sesuai pola fi’il madhi.
Bentuk Mutakallim (orang pertama):
Pada bentuk fi’il أنا dan نحن, huruf terakhir memiliki sukun (ْ) karena terpengaruh tambahan akhiran dhamir seperti تُ dan نا.
Kata Dasar كَتَبَ (Menulis) –Kata dasar Fi’il Mudhari: كْتُبُ (Sedang / Akan Menulis)
Id
En
Ket
Akhir
Kata
Pre
Fi’il
Subyek
Literasi
Saya
I
Laki-laki/Perempuan
بُ
كْتُبُ
أَ
أَكْتُبُ
أنا
anā aktubu
Kita
We
Lk/Pr
بُ
كْتُبُ
نَ
نَكْتُبُ
نحن
nahnu naktubu
Kamu (Laki-laki)
You
Laki-laki
بُ
كْتُبُ
تَ
تَكْتُبُ
أنت
anta taktubu
Kamu (Perempuan)
You
Perempuan
بِينَ
كْتُبُ
تَ
تَكْتُبِينَ
أنت
anti taktubīna
Kamu 2 Laki-laki
You
2 Laki-laki
بَانِ
كْتُبُ
تَ
تَكْتُبَانِ
أنتما
antumā taktubāni
Kamu 2 Perempuan
You
2 Perempuan
بَانِ
كْتُبُ
تَ
تَكْتُبَانِ
أنتما
antumā taktubāni
Kamu 1 Lk + 1 Pr
You
1 Lk + 1 Pr
بَانِ
كْتُبُ
تَ
تَكْتُبَانِ
أنتما
antumā taktubāni
Dia (Laki-laki)
He
Laki-laki
بُ
كْتُبُ
يَ
يَكْتُبُ
هو
huwa yaktubu
Dia (Perempuan)
She
Perempuan
بُ
كْتُبُ
تَ
تَكْتُبُ
هي
hiya taktubu
Mereka 2 Laki-laki
They
2 Laki-laki
بَانِ
كْتُبُ
يَ
يَكْتُبَانِ
هما
humā yaktubāni
Mereka 2 Perempuan
They
2 Perempuan
بَانِ
كْتُبُ
تَ
تَكْتُبَانِ
هما
humā taktubāni
Mereka 3+ Laki-laki
They
3+ Laki-laki
بُونَ
كْتُبُ
يَ
يَكْتُبُونَ
هم
hum yaktubūna
Mereka 3+ Perempuan
They
3+ Perempuan
بْنَ
كْتُبُ
يَ
يَكْتُبْنَ
هن
hunna yaktubna
Mereka Campuran
They
Campuran
بُونَ
كْتُبُ
يَ
يَكْتُبُونَ
هم
hum yaktubūna
Penjelasan Struktur Fi’il Mudhari:
Fi’il Mudhari digunakan untuk menunjukkan perbuatan yang sedang berlangsung atau akan dilakukan.
Pola fi’il mudhari diawali dengan huruf mudhari’ (أ, ن, ت, ي), kemudian pola kata kerja dasar ditambahkan akhiran sesuai dhamir.
Akhir Huruf:
Dhammah (ُ) untuk bentuk tunggal (contoh: أَكْتُبُ).
Kasrah (ِينَ) untuk bentuk tunggal perempuan.
Alif + Nun (بَانِ) untuk bentuk dual (contoh: تَكْتُبَانِ).
Wawu + Nun (بُونَ) untuk bentuk jama’ laki-laki.
Nun sukun (بْنَ) untuk bentuk jama’ perempuan.
Contoh Penggunaan:
أَكْتُبُ (Saya menulis) → Untuk saya (laki-laki/perempuan).
تَكْتُبِينَ (Kamu menulis) → Untuk satu perempuan.
يَكْتُبُونَ (Mereka menulis) → Untuk banyak laki-laki.
نَكْتُبُ (Kami menulis) → Untuk kita bersama.
Kata Dasar كَتَبَ (Menulis) – Kata dasar Fi’il ‘Amr: اُكْتُ (Tulislah!)
Id
En
Ket
Akhiran
Akhir Huruf
Fi’il
Literasi
Kamu (Laki-laki)
You
Laki-laki
–
بْ
اُكْتُبْ
uktub
Kamu (Perempuan)
You
Perempuan
ي
بِي
اُكْتُبِي
uktubī
Kamu 2 Laki-laki
You
2 Laki-laki
ا
بَا
اُكْتُبَا
uktubā
Kamu 2 Perempuan
You
2 Perempuan
ا
بَا
اُكْتُبَا
uktubā
Kamu 1 Lk + 1 Pr
You
1 Lk + 1 Pr
ا
بَا
اُكْتُبَا
uktubā
Kalian (Laki-laki)
You
3+ Laki-laki
وا
بُوا
اُكْتُبُوا
uktubū
Kalian (Perempuan)
You
3+ Perempuan
نَ
بْنَ
اُكْتُبْنَ
uktubna
Penjelasan Struktur Fi’il Amr:
Fi’il Amr digunakan untuk memberikan perintah atau instruksi.
Pola fi’il amr dimulai dari bentuk asal mudhari’ (present tense), kemudian dibuang huruf mudhari’ (أ, ت, ي, ن) di awal dan menambahkan harokat perintah seperti dhammah (ُ) pada awal kata, tergantung pada dhamir.
Perubahan Akhir Huruf:
Sukun (ْ) pada dhamir tunggal laki-laki (contoh: اُكْتُبْ).
Kasrah + Ya (بِي) pada dhamir tunggal perempuan.
Alif (بَا) untuk dhamir ganda (dual).
Wawu (بُوا) untuk dhamir plural laki-laki.
Nun sukun (بْنَ) untuk dhamir plural perempuan.
Contoh Penggunaan:
اُكْتُبْ (Tulis!) → Perintah untuk satu orang laki-laki.
اُكْتُبِي (Tulis!) → Perintah untuk satu orang perempuan.
اُكْتُبُوا (Tulis!) → Perintah untuk banyak orang laki-laki.
اُكْتُبْنَ (Tulis!) → Perintah untuk banyak orang perempuan.
Fi’il pelaku (lazim) dan fi’il objek (muta’addi) menggunakan kata dasar دَخَلَ (masuk):
1. Fi’il Pelaku (Fi’il Lazim)
Kata dasar دَخَلَ (masuk) termasuk fi’il lazim dalam penggunaan dasarnya, karena hanya memerlukan pelaku (fa’il) tanpa memerlukan objek untuk melengkapi maknanya.
Contoh Penggunaan Fi’il Lazim:
دَخَلَ الطَّالِبُ. (Siswa itu masuk.)
Fi’il: دَخَلَ (masuk)
Pelaku (Fa’il): الطَّالِبُ (siswa)
2. Fi’il Objek (Fi’il Muta’addi)
Meskipun kata dasar دَخَلَ secara alami lazim, dalam konteks tertentu bisa menjadi muta’addi, yaitu ketika melibatkan objek (maf’ul bih) untuk menunjukkan ke mana seseorang masuk. Dengan demikian, objek dalam konteks ini sering berupa tempat atau tujuan masuknya.
Contoh Penggunaan Fi’il Muta’addi:
دَخَلَ الطَّالِبُ الفَصْلَ. (Siswa itu masuk ke kelas.)
Fi’il: دَخَلَ (masuk)
Pelaku (Fa’il): الطَّالِبُ (siswa)
Objek (Maf’ul Bih): الفَصْلَ (kelas)
Tabel Fi’il Lazim dan Muta’addi untuk Kata Dasar دَخَلَ (Lampau)
Kategori
Fi’il
Pelaku (Fa’il)
Objek (Maf’ul Bih)
Contoh Kalimat
Literasi
Fi’il Lazim
دَخَلَ
الطَّالِبُ
–
دَخَلَ الطَّالِبُ
Dakhala aṭ-ṭālibu (Siswa masuk)
Fi’il Muta’addi
دَخَلَ
الطَّالِبُ
الفَصْلَ
دَخَلَ الطَّالِبُ الفَصْلَ
Dakhala aṭ-ṭālibu al-faṣla
Ciri-Ciri Kata Dasar Masuk (دَخَلَ):
Sebagai Fi’il Lazim:
Tidak membutuhkan objek.
Contoh kalimat: دَخَلَ الطَّالِبُ. (Siswa masuk.)
Sebagai Fi’il Muta’addi:
Memerlukan objek (biasanya berupa tempat).
Contoh kalimat: دَخَلَ الطَّالِبُ المَسْجِدَ. (Siswa masuk masjid.)
Variasi Bentuk Fi’il (Mudhari dan Amr)
Jenis Fi’il
Kata Dasar
Bentuk
Contoh Kalimat
Literasi
Fi’il Mudhari
دَخَلَ
يَدْخُلُ
يَدْخُلُ الطَّالِبُ الفَصْلَ
Yadkhulu aṭ-ṭālibu al-faṣla
Fi’il Amr
دَخَلَ
اُدْخُلْ
اُدْخُلِ المَسْجِدَ
Udkhul al-masjida
Fi’il mabni lil-majhul (pasif) dari kata dasar دَخَلَ (masuk):
1. Fi’il Madhi (Lampau) dalam Bentuk Pasif
Dalam bentuk pasif, دَخَلَ berubah menjadi دُخِلَ untuk menunjukkan bahwa sesuatu telah dimasuki.